Pertemuan Eksklusif dengan Pak Sariban

Standar

 Waktu itu, Saya, bersama tiga teman saya, Ratu, Ninit dan Nasrul sedang jalan-jalan di Jalan pahlawan. Kami habis mengejakan sebuah tugas dari matakuliah pendidikan jurnalistik, yaitu “Wawancara”. Kami mewawancarai sebuah event pertandiangan futsal di gor citra. Karena merasa sudah cukup, kamipun ingin melanjutkan jalan-jalan buat observasi lokasi syuting film pendek kita (Komunitas TDM) yang berjudul biskuit. Nah, dalam perjalanan itulah kami dipertemukan dengan sosok eksotis yang bernama H. Sariban, tapi biasa di panggil Pak Iban.

Awalnya, saya tidak mengenali sosok beliau, begitu juga ninit dan nasrul. Tapi, Ratu mengenalinya dan bersikeras ingin mewawancarainya. “Dia sering muncul di TV,” Alasan ratu. Karena kami sama-sama penasaran, kamipun mendekati beliau.

Beliau tidak menyadari kedatangan kami. Kagum sekali saya melihat beliau. Tanpa malu beliau memungut sampah yang ada di sekelilingnya. bahkan tak tanggung-tanggung beliau ikut masuk ke got tersebut. Tapi, saya juga iba. Dijalanan dengan mobl-mobil mewah berlalu lalang, tak ada satupun yang ingin ikut turun tangan membantu beliau. Malu juga, Saya cuma bisa menonton. Akhirnya, dengan sedikit malu, kami mendekati beliau. Awalnya kami memberi salam, dan meminta izin untuk diwawancarai. Baliau tersenyum dan langsung menawarkan pilihan, “Ini bagaimana, Saya itanya dulu atau saya yang menjelaskan dulu?”

Saya kaget mendengar kata-kata beliau. Terdengar seperti orang yang sudah sangat sering diwawancara. kamipun meminta beliau menjelaskan terlebih dahulu. dan ternyata, beliau telah suka sekali dengan kebersihan sejak beliau berumur lima tahun. dan dari pengakuannya, beliau pernah menjadi petugas kebersihan di rumah sakit mata Cicendo. Uniknya, selain sebagai petugas kebersihan di rumah sakit, waktu itu beliau juga sebagai petugas kebersihan sukarela di jalanan. maka tidak heran jika banyak sekali penghargaan yang telah beliau dapatkan. baik dari pemerintah maupun swasta.

“Itu pemberian walikota”  jawabnya sambil menunjuk kearah sebuah sepeda onthel dengan perangkat kebersihan yang sudah dibilang lengkap disana mulai dari sapu lidi, dan lain-lain tidak lupa bendera merah putih terselip disana. didepan dan belakang sepeda terdapat papan yang berukuran lumayan berwarna hijau dengan tulisan berwarna kuning yang kalau dibaca berbunyi “Sepeda Kebersihan sumbangan walikotamadya DT II bandung, dan seterusnya..”

percakapan dengan pak sariban begitu seru. sebelum kami pergi, pak iban memberikan sebuah teka teki, “Dijakarta awas adaa?? di bandung ingat-ingat ada??” kamipun bingung. dan mencoba menjawab, “Awas ada sampah, ingat ada tong sampah!”. Salah!. Masa sampahnya dijakarta, tong sampahnya di bandung. gimana mau buangnya? kamipun tertawa. dan ternyata, jawabannya adalah, (Dengan bangga di jelaskan kalau sayalah yang benar jawabannya setelah puluhan kali salah) “Awas ada sule!! dan Ingat ingat ada pak iban! ingat buang sampah pada tempatnya!”

Lebih kurang satu jam kami bertemu. Seru dan sangat menginspirasi. kamipun melanjutkan untuk observasi lokasi syuting ke taman lansia.

NB: Rekaman wawancara kehapus, jadi lupa apa yang dibicarakan. hehe.. sorri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s