Kasih sayang yang menumbuhkan egoisme dan antipathy anak

Standar

ImageAnak adalah anugerah terindah yang dititipkan oleh Tuhan untuk makhluknya. Cara mensyukurinya dalah satunya adalah dengan cara mengasihi dan menyayangi anak tersebut. Ada banyak cara untuk menyayangi dan mengashi anak kita. Tapi dari semua cara itu pasti ada dampaknya, positif maupun negatif.

Salah satu dampak negatif dari kasih sayang adalah timbulnya egoisme dan rasa antipathy. Hal ini dikarenakan kasih sayang yang berlebihan kepada anaknya. Bissa dilihat didalam bis kota. karena banyaknya penumpang, tidak jarang dan tidak sedikit yang berdiri karena kekurangan tempat duduk dan tidak menutup kemungkinan juga orang yang seharusnya di berikan tempat duduk malah berdiri, seperti nenek-nenek dan kakek-kakek, atau ibu hamil. Uniknya lagi, mereka tidak mendapatkan tempat duduk karena adanya kursi yang diisi oleh anak yang dibawah umur yang duduk dengan nyaman disamping ibunya yang duduk di kursi satunya lagi.

Nah, itu dia masalahnya. Karena alasan kasih sayang, mereka tidak ingin anak mereka capek karena berdiri. mereka juga tidak segan membayar tiga ribu rupiah buat kursi anaknya. Tanpa mereka sadari, mereka telah meracuni otak anak mereka dengan menanam sifat egoisme dan rasa antipathy. Apalagi anak yang masih berusia belita. Sangat mudah bagi mereka untuk menyerap sikap yang akan menjadi dasar sikapnya di umur remaja atau dewasa kelak.

Logikanya begini, saat anak kita sedang asyik duduk di kursinya bukan tidak mungkin merka melihat orang-orang yang berdiri di bis, baik itu orang tua, atau ibu hamil. Dan kalau itu terlalu sering dilakukan, maka mereka juga pasti akan menganggap pemandangan itu pemandangan yang sangat tidak aneh lagi dan rasa egoisme dan antipathy-pun otomatis akan bersarang di pikiran mereka walalupun tanpa mereka sadari. Dampak lainnya adalah, mereka akan sangat tidak peka dengan keadaan yang mengakibatkan jatuhnya kepribadian anak tersebut.

Selain itu, dampak tersebut juga berpengaruh di lingkungan keluarga. Anak-anak akan kehilangan rasa untuk menghormati kedua orang tua mereka dan tidak senang kalau keinginan mereka tidak dikabulkan. bahkan jika alasannya sangat jelas dan masuk akal.

Ada sebuah kasus, dimana seorang remaja memukul Ibunya yang lagi shalat karena tidak mengabulkan keinginannya untuk mempunyai ponsel. walaupun sudah dujelaskan alasannya bahwa tidak adanya uang untu membeli ponsel. tapi ia tidak peduli dan tetap bersikeras untuk memiliki ponsel (Padang-Sumbar). disini, mungkin penyebabnya bukanlah seperti kejadian di bis. Tapi, ini bisa saja terjadi kalau anak dididik dengan cara yang salah walaupun mengatasnamakan “Kasih Sayang”.

Ibu adalah agen yang sangat penting untuk merubah keturunan bahkan merubah negara. kalau Ibunya telah mendidik dengan cara yang salah, bukan tidak mungkin, keluarga-yang dianggap sebagai benteng terkuat disuatu negara-bisa hancur dalam sekejap.

Pesan Dari Kell : Buat orang tua atau siapapun yang peduli, sebarkan, dan lakukanlah. Mulailah dari hal kecil, sekarang juga dan dari diri sendiri. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s